WadahInformasi.com-Konawe Selatan, Pemerintah Desa (Pemdes) Mondoe bersama tokoh masyarakat (Tomas) setempat secara resmi mengklarifikasi pemberitaan yang beredar terkait aktivitas penambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN). Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang dianggap tidak akurat dan merugikan, di mana sebelumnya disebutkan bahwa kegiatan PT WIN menyebabkan hilangnya sumber air, kerusakan irigasi, hingga terhentinya produksi pertanian.
Kepala Desa Mondoe, Aswan, bersama tokoh masyarakat seperti Muh Rizal dan Nawir alias Ndati, menyampaikan pernyataan resmi yang membantah tudingan tersebut.
Mereka menegaskan bahwa fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda, dan penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang objektif.
Aswan, selaku Kepala Desa Mondoe, menegaskan bahwa tuduhan terhadap PT WIN di anggap tidak sejalan dengan yang ada. Menurutnya, PT WIN justru sangat berkontribusi kepada masyarakat.
“PT WIN telah aktif memperbaiki saluran irigasi, yang sangat membantu dalam mendukung kebutuhan air untuk pertanian. Selain itu, perusahaan juga berperan dalam mengatasi krisis air bersih dengan membangun beberapa titik sumur bor untuk masyarakat,” ungkapnya.
Aswan menambahkan bahwa PT WIN juga telah banyak membantu, mulai dari pembangunan lapangan sepak bola Desa Mondoe, yang saat ini berguna dan bermanfaat bagi pemuda dan masyarakat pada umumnya
“Kami mengimbau masyarakat untuk melihat kontribusi perusahaan secara lebih luas dan objektif. Jangan hanya fokus pada kekurangan, tetapi juga melihat berbagai kebaikan dan bantuan yang telah diberikan. PT WIN selalu berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap aswan
Nawir alias Ndati, seorang tokoh masyarakat Desa Mondoe, juga memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan beberapa poin penting yang perlu diketahui:
1. Tidak Ada Gagal Panen Akibat PT WIN: Nawir menolak klaim bahwa aktivitas PT WIN menyebabkan gagal panen atau terhentinya persawahan. Ia menjelaskan bahwa sawah di Mondoe adalah sawah tadah hujan sejak dahulu, yang aktivitas pertaniannya sangat bergantung pada musim hujan.
“Pada musim kemarau, sawah memang kering secara alami dan aktivitas pertanian terhenti.
Kekeringan bendungan atau irigasi bukan disebabkan oleh aktivitas tambang, melainkan karena pola tanam tradisional yang bergantung pada curah hujan,” jelasnya.
2. Manfaat Nyata dari PT WIN: Nawir mengungkapkan bahwa kehadiran PT WIN telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya:
– Bantuan Dana Condev Rutin: Warga menerima bantuan community development (condev) setiap bulan, yang membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
– Bantuan Bibit Pertanian: PT WIN memberikan bibit tanaman kepada petani, yang meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian masyarakat.
– Dua Kali Panen Setahun: “Berkat dukungan perusahaan, masyarakat kini bisa dua kali tanam dan panen per tahun. Ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum ada operasi PT WIN,” ungkap Nawir.
3. Tidak Ada Bukti Kerusakan Irigasi: Nawir memastikan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan PT WIN menyebabkan pendangkalan bendungan, kerusakan irigasi, atau hilangnya sumber air. “Kondisi kering pada musim kemarau adalah pola tahunan yang terjadi di sawah tadah hujan,” tegasnya.
Warga Mondoe Bersyukur atas Kehadiran PT WIN
Nawir menyampaikan bahwa masyarakat Mondoe justru bersyukur dengan kehadiran PT WIN, karena pendapatan mereka meningkat dibandingkan sebelum ada perusahaan.
Berbagai program sosial dan kesempatan kerja yang diberikan telah meningkatkan kesejahteraan warga
Masyarakat justru merasakan manfaat ekonomi dan sosial dari PT WIN, seperti bantuan condev, bibit, dan peningkatan produktivitas pertanian. Kehadiran PT WIN memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga Desa Mondoe.


















